Cara Mengurangi Sikap Negatif Agar Pasangan Makin Cinta

Respons: 0 komentar
Cara Mengurangi Sikap Negatif Agar Pasangan Makin Cinta
Sikap negatif bisa terlihat dalam berbagai bentuk mulai dari sinis, mengkritik, menyerang, pesimis, perfeksionis hingga terlalu sensitif. Semua perilaku tersebut bisa membuat orang menjauhi Anda, tak terkecuali pasangan. Apalagi si dia lah orang yang paling sering menghabiskan waktu bersama Anda.


Untuk mengetahui seberapa sering Anda mengeluarkan sikap negatif dalam kehidupan sehari-hari, coba jawab empat pertanyaan di bawah ini:

1. Apakah Anda sering merasa bad mood? Apakah Anda mengeluh atas berbagai hal buruk yang terjadi?
2. Apakah Anda sering mengkritisi kehidupan orang-orang di sekeliling Anda? Apakah Anda selalu melihat satu kejadian dengan sudut pandang negatif?
3. Apakah Anda orang yang perfeksionis? Jika ada orang berkata, 'Selamat Pagi', apakah Anda langsung berpikir apa maksud yang ada di balik ucapan itu?
4. Apakah Anda lebih sering mengatakan 'tidak' ketimbang 'ya' pada permintaan anak atau pasangan?

Jika jawaban dari empat pertanyaan di atas kebanyakan 'ya', artinya Anda memiliki kepribadian yang negatif dan bisa membahayakan pernikahan. Tapi jangan terlalu khawatir dulu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengubahnya.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan agar menjadi orang yang lebih positif seperti dipaparkan pasangan penulis buku 'The Everything Great Marriage Book', Sheri dan Bob Stritof yang sudah menikah selama 48 tahun pada About:
1. Makan makanan yang sehat
2. Tidur cukup
3. Olahraga
4. Lakukan sesuatu yang bisa membuat Anda senyum, setiap hari. Misalnya saja mendengarkan lagu favorit, menonton video lucu, relaksasi di salon, dan lain-lain.
5. Saat pikiran negatif mulai datang, pertanyakan hal itu. Paksa diri untuk memikirkan sesuatu yang positif.
6. Bergaullah dengan orang-orang yang lebih sering bersikap positif.
7. Jangan ragu untuk menerima pujian.
8. Hadapi kenyataan kalau Anda butuh bantuah ahli seperti psikolog.

Menurut Sheri dan Bob, sikap negatif Anda juga bisa datang karena tertular pasangan. Jika Anda menikah dengan orang yang memiliki kepribadian negatif, Anda pun bisa ikut memiliki sikap serupa. Oleh karena itu, sebaiknya sebelum terlambat, Anda bantu pasangan agar bisa menjadi orang yang lebih positif. Caranya:

1. Jangan langsung tersinggung ketika pasangan bersikap negatif.
2. Ingat, sikap negatif itu adalah masalah pasanga, bukan Anda. Sehingga Anda jangan ikut tertular emosi.
3. Kalau pasangan menolak untuk dibantu mengatasi sikap negatifnya, jangan berikan reaksi yang berlebihan.
4. Habiskan waktu dengan orang-orang yang lebih sering bersikap positif. Cara ini perlu dilakukan agar Anda bisa istirahat sejenak dari sikap negatif pasangan.
5. Ajak pasangan untuk jalan-jalan bersama setidaknya seminggu sekali.
6. Kenali perubahan positif dari pasangan saat sikap negatifnya mulai hilang dan berikan pujian.
7. Dukung pasangan untuk mencoba sesuatu yang baru.
8. Jangan takut untuk menghentikan pembicaraan jika pasangan mulai bersikap negatif. Ganti topik pembicaraan menjadi sesuatu yang lebih positif.

jangan lupa "Like" disini yah
»»  READMORE...

Hangatnya Cinta Ayahku Sebesar Cinta Ibuku [renungan]

Respons: 0 komentar
hangatnya cinta kasih ayah

Jika cinta seorang ibu diibaratkan seperti madu yang manis, maka cinta seorang ayah adalah segelas teh hangat yang menenangkan. Rasanya memang tak semanis madu, tetapi ada kenyamanan dan kehangatan di sana. Inilah kisahku tentang seorang ayah yang hebat.

Namaku Tia, sekarang usiaku 22 tahun. Ibu meninggal saat aku berusia 5 tahun karena mengalami pendarahan saat mengandung adikku. Kejadian itu memisahkan aku dengan ibu dan calon adikku selamanya. Otomatis, hanya ada aku dan ayah yang menjadi bagian dari keluarga kecil ini setelah kepergian ibu.

Aku melewati masa kecil yang membahagiakan bersama ayah. Sebagai orang tua tunggal, ayah mendapat bantuan dari seorang pengasuh sekaligus pembantu rumah tangga untuk menjagaku saat ayah bekerja. Sedangkan saat malam tiba, secapek apapun setelah pulang kerja, ayah selalu berada di sampingku untuk membacakan dongeng sebelum aku tidur.

Sebagai orang tua tunggal, ayah berusaha sangat keras untuk menjadi ayah sekaligus ibu bagiku. Ayah tidak keberatan membantuku mengerjakan PR, belajar mengaji atau bermain petak umpet di hari minggu. Aku masih ingat dengan pelukan hangat ayah saat aku menangis karena teman-teman selalu pulang sekolah dijemput ibu, sedangkan aku dijemput bibi (pengasuhku).

Saat aku kecil, aku memang iri dengan teman-temanku yang masih bisa memeluk ibu mereka. Aku berkali-kali bertanya pada ayah kenapa Tuhan mengambil ibu. Ayah bilang, karena Tuhan tahu apa yang terbaik untuk ibu, untuk ayah dan untukku.

"Tapi Tia kangen ibu," selalu begitu rengekanku pada ayah.

Jika sudah begitu, akan akan memeluk dan mengusap pelan punggungku. "Kan masih ada ayah yang sayang Tia," jawab ayah.

Dengan pelukan itu saja, aku sudah bisa tersenyum dan kembali merasakan pelukan ibu yang lama tidak kurasakan. Seperti ada sentuhan tangan ibu di sana, dalam pelukan ayahku. Karena itulah aku sangat menjaga ayah dalam versi pemikiran seorang anak kecil. Saat itu, aku tidak mau jika ayah menikah lagi. Aku tidak mau punya ibu tiri yang jahat seperti Cinderella atau ibu tiri kejam seperti kisah Bawang Merah dan Bawang Putih.

Entah karena ingin memenuhi permintaanku atau tidak, ayah tidak menikah untuk kedua kalinya. Aku tahu ayah sangat mencintai mendiang ibu. Sering aku melihat ayah menatap foto pernikahan mereka yang terpajang di ruang keluarga. Ayah tidak pernah mengatakan apapun, tetapi dari tatapan mata dan lengkung senyumnya, aku tahu ayah selalu merindukan ibu.

hangatnya cinta kasih ayah

Satu hal yang membuatku kagum pada ayah adalah sikapnya yang tidak pernah malu melakukan berbagai tugas wanita. Misalnya saja, mengikat rambutku dengan model ekor kuda atau mengepangnya. Jujur, hasil ekor kuda atau kepang ayah tak pernah sebagus dan serapi ibuku, tetapi aku sangat menghargainya. Bagiku, tidak ada hasil kepang sebaik yang dilakukan ayah.

Dari semua peristiwa yang sudah aku lewati bersama ayah, yang paling membekas adalah saat aku mendapat menstruasi pertama. Aku tahu aku akan mengalaminya dari penjelasan guruku di sekolah, tetapi saat aku benar-benar mengalaminya, aku panik. Sekali lagi, ayah yang menenangkanku. Beliau menjelaskan apa yang terjadi padaku tanpa terlihat canggung. Hal itu sangat membantuku, karena aku masih nol besar untuk tahu perubahan apa yang akan terjadi pada tubuhku.

Hingga saat ini, aku sangat menghargai apa yang dilakukan ayah saat itu. Bukan hal yang mudah bagi seorang ayah untuk menjelaskan apa itu menstruasi pada anak perempuannya. Termasuk bagaimana cara menjaga kehormatan karena aku sudah memasuki proses menjadi wanita dewasa. Rasa hormatku semakin bertambah. Tentunya tanpa menghilangkan rasa hormatku pada mendiang ibu.

Masa puber dan remaja aku lewati tanpa masalah berarti. Sekali lagi, ayah yang menjagaku. Ketika aku mulai mengenal apa itu jatuh cinta, ayah juga yang selalu mendengarkan sekaligus memberi informasi seperti apa sikap seorang pemuda yang baik. Jika remaja putri pada umumnya menjauhi orang tua dan lebih dekat dengan teman-temannya, aku tetap dekat dengan ayah.

"Kenapa ayah tidak menikah lagi? Supaya bisa makan enak setiap hari," tanyaku pada suatu hari. Aku sudah cukup dewasa, ayah juga tidak sekuat dulu. Aku pikir, tidak masalah jika ayah menikah lagi agar ada seseorang yang menemaninya. Bagaimanapun juga, aku tidak bisa menjamin bisa berada di samping ayah sepanjang waktu. Rasanya sangat egois jika aku masih memintanya untuk tidak menikah lagi.

Ayah hanya tersenyum dan menjawab, "Egois sekali jika ayah menikahi seorang wanita hanya karena ingin makan enak setiap hari." Aku tahu, hingga saat ini, ayah masih mencintai dan merindukan ibu.

Kini, usiaku 22 tahun, beberapa bulan lagi aku akan mendapat gelar sarjana. Ada banyak harapan agar aku bisa membahagiakan ayah. Setidaknya sedikit saja, karena aku tidak yakin bisa menggantikan cinta dan kasih sayang ayah yang sangat luar biasa.

Ayahku bukan ayah yang sempurna, aku tahu itu, tetapi cinta dan kasih sayangnya selalu membekas untukku. Sekarang, aku sudah terlalu dewasa untuk mendapat kepang atau rambut ekor kuda dari ayah. Ah.. betapa aku merindukan masa-masa sekolah dasar dulu.

Sahabat, cinta dan kasih sayang seorang ibu memang tidak akan habis, ada surga di sana. Tetapi jangan lupakan sosok seorang ayah yang memberikan cintanya pada Anda.

Seorang ayah tidak akan mengatakan bahwa dia mencintai Anda, dia akan membuktikannya dengan perbuatan. - Demitri The Stoneheart

jangan lupa "Like" disini yah
»»  READMORE...

7 Cara Mengelola Marah

Respons: 0 komentar

Banyak sebab yang menimbulkan kemarahan. Namun, tak banyak orang tahu bagaimana mengalihkan kemarahan menjadi sesuatu yang positif. Dikutip dari All Women Stalk, ada 7 cara untuk mengelola marah.


 1. Jalan-jalan

Tengah terjebak dalam perdebatan yang menimbulkan kemarahan? Ada baiknya Anda memilih untuk meninggalkan lawan bicara. Dengan meninggalkannya, pikiran negatif yang ada akan berangsur hilang.

2. Menulis

Cara lain untuk menumpahkan kekesalan adalah dengan menulis. Benar, menulis itu membebaskan. Tak hanya ide, menulis juga membebaskan amarah.

3. Berbicara

Lidah tak bertulang, begitu juga dengan kesalahan orang lain. Jika tak memiliki cara untuk menghilangkan kemarahan, ajak seseorang yang membuat Anda marah untuk berbicara. Bisa saja dia melakukan kesalahan tanpa disengaja. Jadi, Anda perlu memberitahukan kepadanya.

4. Berteriak

Banyak orang menghilangkan stres dengan cara berteriak. Sebenarnya, berteriak adalah sugesti untuk membuat pikiran menjadi lebih tenang. Tetapi, justru dengan sugesti tersebut, kemarahan akan berangsur hilang.

5. Berhitung

Kebiasaan waktu kecil ketika akan tidur adalah menghitung domba. Kini lakukan kebiasaan tersebut ketika sedang marah. Mungkin terdengar lucu, tapi dengan menghitung, pikiran akan dialihkan pada sesuatu yang menarik dan tidak jenuh.

6. Memanjakan

Marah adalah sebuah pikiran negatif yang terbentuk. Tak jarang, saat marah banyak orang justru merusak benda-benda yang ada di sekitarnya. Jika hal itu terjadi, jangan manjakan dia. Karena, semakin terperangkap pada kemarahan, semakin banyak barang-barang yang rusak.

7. Bantuan

Jika keenam hal tersebut telah dilakukan namun kemarahan tak kunjung hilang, maka disarankan untuk konsultasi pada dokter syaraf. Karena, bisa saja terjadi kelainan syaraf seperti post traumatic disorder, depresi, atau hal-hal lain semacamnya.
Jangan lupa "Like" disini yah
»»  READMORE...

5 Hal Penting yang Sering Terlupakan Saat Bercinta

Respons: 0 komentar
img 
Aktivitas bercinta tak lagi terasa menyenangkan dan membosankan? Mungkin ada 'ritual' tambahan yang Anda maupun pasangan lewatkan. Hubungan seks bukan sekadar kegiatan untuk memuaskan kebutuhan biologis atau mendapatkan keturunan, tapi juga bentuk ungkapan kasih sayang, cinta dan keintiman antara suami istri.

Ketika ungkapan itu diekspresikan dengan cara yang monoton, tentu hasilnya juga tidak akan luar biasa. Seperti dikutip dari Huffington Post, seksolog Dr. Logan Levkoff mengungkapkan ada lima hal yang sering terabaikan saat berhubungan intim. Ketahui dan dapatkan solusinya di bawah ini.

1. Saling Bermasturbasi
Dr. Logan telah menanyakan pada pengguna Twitter dan Facebook tentang hal apa yang sering dilupakan orang saat bercinta, dan jawaban paling pertama adalah saling bermasturbasi. Masturbasi memang biasa dilakukan sendiri, tapi akan jadi kegiatan seks yang menyenangkan apabila sesekali dilakukan berpasangan. Saling menyentuh untuk membuat pasangan bergairah bisa dilakukan jika Anda berdua ingin mendapatkan kepuasan seksual namun sedang tidak mood untuk melakukan penetrasi seks. Ditambah lagi, dengan saling bermasturbasi Anda dan si dia jadi saling tahu bagian mana yang ingin disentuh dan sentuhan seperti apa yang disukai pasangan saat bercinta.

2. Mengutarakan Keinginan Seks
Kapan terakhir kali Anda menatap suami dan berkata, "Saya akan menikmati jika kita bisa (katakan fantasi atau keinginan) saat bercinta?" Banyak pasangan yang masih enggan mengutarakan apa yang mereka inginkan dalam berhubungan seks, bisa jadi karena malu, menganggap pembicaraan seks adalah tabu atau sebenarnya tidak terlalu yakin apa yang mereka suka atau tidak suka. Mungkin juga dikarenakan fantasi seks yang terlalu 'liar' atau soal kepercayaan. Padahal, membicarakan permasalan seks dengan suami bisa meningkatkan kualitas bercinta dan melanggengkan pernikahan. Singkirkan rasa bersalah Anda itu dan buatlah komitmen bersama pasangan untuk lebih terbuka dengan kehidupan seks.

3. Variasi Seks
Banyak pasangan, khususnya yang telah lama menikah merasakan kebosanan dan akhirnya menganggap seks hanya sebagai rutinitas. Penyebab utamanya, karena tidak melakukan variasi dan takut bereksperimen setiap sesi bercinta. Seks yang dilakukan di waktu, tempat dan posisi yang sama tentu akan menimbulkan kebosanan. Terkadang perlu sedikit tantangan agar aktivitas di 'ranjang' ini jadi lebih menarik dan menyenangkan. Keluarlah dari zona nyaman Anda dan pasangan. Coba posisi baru, pilih tempat bercinta yang berbeda dari biasanya (di luar kamar tidur) dan wujudkan fantasi seks.

4. Bersuara
Tidak jarang wanita menahan suara desahan saat bercinta. Kebanyakan karena merasa malu untuk mengeluarkan suara-suara saat dia mencapai kenikmatan atau kepuasan dalam bercinta. Padahal bagi pria, suara alami yang wanita keluarkan saat bercinta terdengar sangat seksi dan bisa jadi penambah gairah, selama suara tersebut tidak dibuat-buat.

5. Pijatan Sensual
Zona erotis pria tidak hanya terletak di Mr Happy saja, tapi juga bagian tubuh yang lain. Kadang wanita bertindak terlalu pasif dan hanya menerima apa yang diberikan pasangan. Padahal pria juga mengharapkan pasangannya lebih aktif dan mengambil inisiatif. Selain stimulasi di penis, pria juga menyukai pijatan di punggung, bahu, tengkuk, paha dan bagian tubuh lainnya. Berikanlah pijatan sensual di area yang menurut Anda akan disukai suami. Selain menandakan Anda menikmati permainan, pijatan tersebut akan membuatnya semakin bersemangat.

jangan lupa "Like" disini yah
»»  READMORE...

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Pintar

Respons: 0 komentar
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Pintar
Pintar itu sebuah anugerah. Banyak orang yang diberi ‘kepintaran‘ dan dapat memanfaatkan kepintarannya tersebut.

Tapi ada juga sebagian yang tidak dapat memanfaatkannya, dan selalu menjadi yang ke 2, bukan yang pertama.

Ada 5 kesalahan yang sering dilakukan ‘orang pintar‘ berikut diantaranya;

1. Terlalu Banyak Mengetahui
Karena terlalu banyak mengetahui hingga lupa untuk terjun dan melakukan aksi

2. Tidak Mau Mencoba
Tidak berani aksi padahal didalam hatinya, “aku pasti bisa kalau aku mau”, bodoh banget nih. Memang benar yang dikatakan oleh orang orang terdahulu, “pikiran yang salah itu bisa menjadi musuh kita sendiri”. Orang yang seperti ini adalah orang yang tidak pernah gagal karena dia tidak pernah mencoba.

3. Merasa Sok Pintar
Merasa dirinya pintar sehingga enggan diberitahukan oleh orang yang dia rasa pendidikannya lebih dibawahnya.

4. Menggunakan Rumus Kuno
Biasanya ahli ekonomi atau ahli yang lain menggunakan rumus baku yang sudah kadaluarsa/expired. Selalu menggunakan rumus-rumus yang dalam kehidupan nyata lebih berkembang daripada yang tertera di buku. Jadi orang seperti ini tidak menjadi orang yang kreatif.

5. Tidak Mau Lebih Bodoh Dari Muridnya
Tidak ingin lebih bodoh dari muridnya sehingga walaupun muridnya benar tetapi dianggapnya salah. Belum tahu mereka ini, kalau murid tidak lebih pintar dari gurunya berarti ilmu pengetahuan tidak berkembang.

Ada pepatah orang bijak yang mengatakan
Kamu boleh menjadi seorang ahli tetapi jangan berpikir seperti orang ahli

jangan lupa "Like" disini yah
»»  READMORE...

Kebiasaan Orang-orang Tersukses di Dunia

Respons: 0 komentar





William Gates III / Bill Gates – (Pendiri Microsoft)
Kebiasaan: Membaca
“Saya punya banyak impian ketika masih kecil, dan saya kira semua itu tumbuh dari kenyataan bahwa saya punya banyak kesempatan untuk membaca.” 


Warren Buffett (Pengusaha yang sukses dari pasar modal)
Kebiasaan: Investasi saham jangka panjang.
“Saya tak pernah mencoba cari uang di pasar modal. Yang saya lakukan adalah saya membeli saham dengan asumsi bahwa saham-saham itu akan ditutup hari esok dan tak pernah dibuka lagi untuk lima tahun ke depan.” 


Carlos Slim Helu (Konglomerat Terkaya di Amerika Latin)
Kebiasaan: Dermawan
“Selalu saya katakan bahwa makin baik kita, makin tinggi tanggung jawab kita untuk membantu orang lain. Sama halnya dengan pentingnya menjalankan perusahaandengan selalu membuka mata untuk melihat kalangan bawah. Saya kira kita harus menggunakan pengalaman kewirausahaan kita untuk menjadikan perusahaan kita lebih dermawan.” 


Lawrence Ellison (Pendiri Oracle, perusahaan software)
Kebiasaan: Menekuni hobi
“Saya tertarik pada matematika dan sains karena saya bagus di situ. Saya kita orang cenderung senang mengerjakan sesuatu kalau ia hebat di bidangnya dan tak suka mengerjakan sesuatu karena ia kurang ahli di bidang itu.” 


Ingvar Kamprad (Pendiri IKEA, perusahaan ritel kebutuhan rumah tangga)
Kebiasaan: Mencoba dan tak takut gagal
“Hanya orang yang sedang tidur yang tak membuat kesalahan.” 


Karl Albrecht (Pengusaha Jerman pemilik jaringan supermarket Aldi)
Kebiasaan : Membuat rencana yang detail sebelum negosiasi.
“Mulailah dengan sesuatu yang ideal dan akhiri dengan kesepakatan!” 


Mukesh Ambani (Konglomerat India)
Kebiasaan : Selalu melangkah untuk pertumbuhan bisnis.
“Saya kira prinsip dasar kami adalah: pertumbuhan (usaha) adalah jalan untuk hidup; karena itu kami harus tumbuh sepanjang waktu.”
 
jangan lupa "Like" disini yah
 
»»  READMORE...

Copyright © Terbaru dan Terunik

Designed By: Habib Blog